SUKAMARA – Kabut asap terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukamara pada Selasa (1/9) pagi. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, kabut asap mulai terlihat sekitar pukul 05.00 WIB dan masih cukup pekat hingga sekitar pukul 07.30 WIB.
Meski hembusan angin mulai terasa, aroma asap masih tercium di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut kemudian berangsur menipis seiring meningkatnya sinar matahari.
Kemunculan kabut asap pada pagi hari menjadi perhatian karena bersamaan dengan waktu masyarakat mulai beraktivitas. Salah satunya aktivitas anak-anak yang berangkat menuju sekolah.
Paparan asap dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan, terutama apabila terhirup dalam waktu cukup lama. Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan keluhan pada saluran pernapasan, seperti batuk dan rasa tidak nyaman saat bernapas.
Menyikapi keadaan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukamara telah menjalankan imbauan penyesuaian kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan.
Imbauan tersebut berlaku bagi jenjang PAUD, SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Sekolah diminta menyesuaikan kegiatan dengan kondisi udara di wilayah masing-masing.
Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Sukamara Evy Andriani mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang mulai muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
“Surat edaran ini kami siapkan dalam rangka mengantisipasi kabut asap yang mulai banyak muncul di wilayah Kalimantan Tengah. Harapannya dari satuan pendidikan menyesuaikan dengan situasi kondisi masing-masing,” kata Evy.
Ia menjelaskan, penyesuaian dapat dilakukan terutama bagi sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi kabut asap lebih pekat. Termasuk menyesuaikan waktu masuk maupun kepulangan siswa.
“Bagi daerah yang asapnya lebih pekat, mereka bisa menyesuaikan waktu saat masuk dan kepulangan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Selain pengaturan waktu, sekolah juga diminta memperhatikan aktivitas siswa di luar ruangan. Jam masuk sekolah diimbau dimulai pukul 07.30 WIB sebagai salah satu langkah untuk mengurangi aktivitas pada waktu pagi ketika kabut masih terlihat.
Warga sekolah juga diimbau menggunakan masker, terutama saat berada di luar ruangan. Sementara kegiatan fisik seperti senam dan olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
Disdikbud Sukamara meminta pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi udara di lingkungan masing-masing. Jika kabut asap kembali meningkat, kegiatan di luar ruangan dapat disesuaikan demi memberikan kenyamanan bagi siswa dan warga sekolah.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kondisi lingkungan. Sekolah juga diharapkan peka terhadap kondisi siswa apabila terdapat keluhan kesehatan akibat paparan asap.
Dengan langkah antisipasi tersebut, Disdikbud Sukamara berharap kegiatan pendidikan tetap berlangsung secara aman dan nyaman. Di sisi lain, perhatian terhadap kondisi udara dan kesehatan warga sekolah tetap menjadi bagian penting selama kabut asap masih muncul.