SUKAMARA – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sukamara kembali diwarnai Pawai Pembangunan, Sabtu (29/8). Kegiatan yang dipusatkan dari Lapangan Mini Masjid Agung Ad-Durun Nafiz tersebut menampilkan beragam kreativitas masyarakat, seni, budaya, adat istiadat, hingga busana daerah.
Pawai pembangunan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukamara ini dilepas Bupati Sukamara H. Masduki. Turut hadir Wakil Bupati Nur Efendi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta tamu undangan terkait.
Tidak sekadar menjadi rangkaian perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan keberagaman sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Sukamara.
Berbagai penampilan dan kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri. Keberagaman busana daerah serta unsur seni dan tradisi yang ditampilkan menggambarkan kehidupan masyarakat Sukamara yang memiliki kekayaan budaya dan adat istiadat.
Bupati Sukamara H. Masduki mengatakan, kreativitas, inovasi seni, budaya, adat istiadat, serta keberagaman pakaian daerah yang ditampilkan dalam pawai merupakan bagian penting dari identitas daerah.
“Budaya dan adat istiadat merupakan jati diri dan kekayaan Kabupaten Sukamara. Karena itu harus terus kita lestarikan,” ujar Masduki.
Ia menilai pelestarian budaya tidak dapat dilepaskan dari peran generasi muda. Anak-anak dan pemuda diharapkan tidak hanya mengenal budaya daerah, tetapi juga memiliki rasa cinta dan kebanggaan untuk kemudian mengembangkan serta memperkenalkannya sesuai perkembangan zaman.
Menurutnya, pembangunan daerah memiliki makna yang lebih luas. Kemajuan Sukamara tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan fasilitas fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia serta kemampuan masyarakat dalam menjaga identitas dan budaya daerah.
“Jangan sampai budaya hanya menjadi tontonan, tetapi harus menjadi kekuatan dan kebanggaan daerah,” tegasnya.
Masduki juga mendorong kekayaan budaya dan potensi alam Sukamara agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari sektor pariwisata. Menurutnya, perpaduan budaya, tradisi dan potensi wisata daerah dapat menjadi kekuatan untuk memperkenalkan Sukamara lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengingatkan masyarakat mengenai kondisi musim kemarau yang masih berlangsung. Cuaca yang relatif kering perlu disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca kering. Upaya pencegahan dinilai penting agar dampak kemarau panjang dapat diminimalkan.
Pawai pembangunan diharapkan tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, serta mendorong masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Sukamara.