SUKAMARA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan dan Bupati Sukamara H. Masduki meninjau Posko Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Sukamara, Kamis (27/8).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah rombongan menyelesaikan agenda di Kecamatan Balai Riam. Dari wilayah tersebut, rombongan menuju Kota Sukamara menggunakan helikopter dan selanjutnya langsung mendatangi posko penanganan karhutla.
Di Posko Tanggap Darurat Karhutla, rombongan menerima paparan mengenai kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sukamara. Informasi yang disampaikan mencakup perkembangan situasi, kesiapsiagaan personel, upaya penanganan hingga kendala yang dihadapi petugas di lapangan.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran dan unsur terkait terus bersinergi dalam menghadapi potensi karhutla.
Bupati Sukamara H. Masduki menyampaikan, koordinasi dan komunikasi antarlembaga sangat diperlukan, terutama dalam kondisi kemarau yang masih berlangsung. Kecepatan dalam menerima informasi dan mengambil langkah di lapangan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Menurut Masduki, upaya penanganan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan juga terus menjadi perhatian dengan melibatkan masyarakat serta berbagai unsur di daerah.
Kesiapsiagaan personel dan peralatan juga terus diperkuat untuk menghadapi kemungkinan munculnya titik api. Setiap laporan dari masyarakat diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas sehingga potensi kebakaran dapat dikendalikan sedini mungkin.
Selain pemerintah dan aparat, peran masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih pada kondisi lahan yang kering.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi menjadi kebakaran. Dengan laporan yang cepat, petugas dapat segera melakukan pengecekan dan penanganan.
Kunjungan Gubernur Kalteng bersama jajaran Forkopimda tersebut diharapkan semakin memperkuat langkah bersama dalam menghadapi karhutla. Sinergi antara pemerintah, aparat, petugas di lapangan dan masyarakat menjadi kunci menjaga wilayah Sukamara tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.