SUKAMARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan sebanyak 2.500 paket bantuan pangan kepada masyarakat Kabupaten Sukamara. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka membantu masyarakat menghadapi kondisi kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyaluran bantuan dilakukan saat kunjungan kerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran ke Kabupaten Sukamara, Senin (5/10). Gubernur didampingi Bupati Sukamara H. Masduki, Wakil Bupati Nur Efendi, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten.
Setiap paket bantuan pangan berisi lima kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan satu liter minyak goreng. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Selain bantuan pangan, pemerintah provinsi juga menyalurkan BLT Kartu Huma Betang Sejahtera atau KHBS. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga penerima manfaat dengan nilai Rp250 ribu per KPM.
Dukungan pemerintah juga diberikan melalui penyediaan air bersih bagi masyarakat. Bantuan air bersih menjadi salah satu perhatian karena kondisi kemarau menyebabkan kebutuhan air masyarakat meningkat.
Masker dan vitamin juga diberikan kepada masyarakat terdampak karhutla. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat menghadapi dampak kondisi di lapangan.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan pemerintah tidak ingin hanya menerima laporan mengenai kondisi masyarakat. “Kami tidak ingin hanya menerima laporan di meja, tetapi ingin melihat dan mengetahui langsung apa yang dibutuhkan masyarakat serta apa yang harus kami lakukan,” kata Agustiar.
Menurut Agustiar, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, dan masyarakat perlu bergerak bersama.
Agustiar juga mendorong pemanfaatan sumur bor untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sumur bor dapat dimanfaatkan untuk lebih dari satu kebutuhan.
“Harapan saya sumur bor itu bisa difungsikan dua fungsi, satu untuk air bersih dan satu untuk pemadaman,” ujar Agustiar.
Bagi pemerintah kabupaten, dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi penanganan dampak kemarau. Bantuan yang diberikan juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Sukamara H. Masduki menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap kondisi masyarakat di daerah.
Masduki berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten terus berjalan. Terutama dalam menghadapi kondisi kemarau dan karhutla yang membutuhkan penanganan bersama.
Selain persoalan karhutla, kondisi kemarau juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Karena itu, dukungan penyediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sukamara terus melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dilakukan untuk mendukung langkah-langkah penanganan yang diperlukan.
Kunjungan Gubernur Agustiar Sabran juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung. Sejumlah kebutuhan masyarakat dapat disampaikan dalam rangkaian kunjungan tersebut.
Bantuan pangan menjadi salah satu bentuk dukungan langsung yang diberikan pemerintah. Selain membantu kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat terdampak.
Penanganan karhutla juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran. Pemerintah terus mengingatkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi kondisi tersebut.
Melalui bantuan dan koordinasi lintas pemerintahan, penanganan dampak kemarau dan karhutla di Sukamara diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat.