Berita Sukamara

Bupati Masduki Dampingi Gubernur Tinjau Tambak Udang Vaname

SUKAMARA – Bupati Sukamara H. Masduki mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau pengembangan tambak udang vaname di UPT BLUD Pengembangan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Sukamara, Senin (5/10).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kalteng di Kabupaten Sukamara. Agustiar melihat langsung aktivitas budidaya sekaligus perkembangan produksi udang vaname yang dikembangkan di lokasi tersebut.

Pengembangan tambak udang vaname menjadi salah satu potensi perikanan yang mendapat perhatian pemerintah. Optimalisasi potensi tersebut dinilai dapat mendorong produktivitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng Sri Widanarni mengatakan pengembangan tambak telah dilakukan selama beberapa tahun. Menurutnya, hasil produksi yang diperoleh menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.

“Pengembangan ini sudah berjalan beberapa tahun dan produktivitasnya cukup menjanjikan,” ujar Sri Widanarni.

Potensi tersebut juga diproyeksikan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Berdasarkan proyeksi, kontribusi dari pengembangan tambak dapat mencapai sekitar Rp32 miliar.

Kepala UPT BLUD PBAPL Wahyu Martha Lukyanto menjelaskan produksi udang dari tambak saat ini telah mencapai lebih dari 300 ton. Jumlah tersebut masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun.

“Produksi saat ini sudah lebih dari 300 ton dan sampai akhir tahun bisa lebih dari 400 ton,” kata Wahyu.

Di lokasi tersebut terdapat 72 kolam tambak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 kolam telah terisi dan digunakan untuk kegiatan budidaya udang vaname.

Kapasitas ideal produksi tambak berada pada kisaran 400 hingga 500 ton per tahun. Kapasitas tersebut masih dapat dioptimalkan seiring dengan pengembangan dan pengelolaan tambak.

Wahyu menjelaskan, setiap kolam memiliki potensi produksi sekitar 3,5 hingga 4 ton udang. Hasil tersebut dipengaruhi oleh proses budidaya dan kondisi masing-masing kolam.

Masa pemeliharaan udang vaname berlangsung sekitar 120 hingga 140 hari. Sementara keseluruhan siklus budidaya dapat mencapai lebih dari lima bulan.

Pengembangan tambak tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan potensi perairan yang dimiliki Kabupaten Sukamara. Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mendorong agar potensi daerah dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas. Pengembangan sektor perikanan dinilai menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan.

Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi pengembangan secara langsung. Pemerintah dapat melihat kebutuhan dan potensi pengembangan berdasarkan kondisi tambak.

Bupati Sukamara H. Masduki menyambut baik perhatian pemerintah provinsi terhadap sektor perikanan budidaya. Menurutnya, dukungan tersebut penting dalam pengembangan potensi daerah.

Masduki mengatakan pengembangan tambak harus memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Karena itu, koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi perlu terus dilakukan.

Potensi produksi yang mencapai ratusan ton menunjukkan peluang pengembangan sektor budidaya udang di Sukamara. Produksi tersebut juga berpeluang memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Pengembangan tambak membutuhkan pengelolaan yang baik agar produktivitas dapat dipertahankan. Pemerintah bersama pengelola terus melakukan pemantauan terhadap proses budidaya.

Peninjauan Gubernur Agustiar Sabran bersama Bupati H. Masduki diharapkan menjadi bagian dari penguatan pengembangan sektor perikanan Sukamara. Potensi tambak udang vaname diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah.

Admin Lensa Permata

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get Latest Updates and big deals

    Our expertise, as well as our passion for web design, sets us apart from other agencies.

    Btourq @2023. All Rights Reserved.