SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Langkah tersebut dibahas melalui Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Sukamara Semester I Tahun 2026 di Aula Bapperida Sukamara, Kamis.
Rapat dipimpin Bupati Sukamara H. Masduki dan diikuti Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), para camat, serta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).
Dalam arahannya, Bupati H. Masduki menegaskan bahwa persoalan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan perlindungan sosial.
Ia meminta TKPKD dapat menjalankan fungsi koordinasi secara aktif sehingga berbagai langkah yang dilakukan perangkat daerah memiliki arah yang selaras dan saling mendukung.
“Penanganan kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama dan terintegrasi. Jangan sampai masing-masing berjalan sendiri,” ujar Bupati.
Masduki juga menekankan pentingnya memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan pada 2026 memiliki sasaran yang jelas dan dapat diukur hasilnya. Perhatian terutama diarahkan pada wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi serta desa yang masih masuk kategori prasejahtera.
Menurutnya, keberhasilan tidak cukup dilihat dari tersusunnya laporan administrasi. Setiap kebijakan harus dapat memberikan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rakor tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyelaraskan langkah antarperangkat daerah dalam menjalankan agenda penanggulangan kemiskinan. Dengan koordinasi yang lebih kuat, berbagai intervensi diharapkan dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sukamara.