Berita Sukamara

Guru dan Kepala Sekolah Dibekali Disiplin Positif

SUKAMARA – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman terus diperkuat di Kabupaten Sukamara. Salah satunya melalui In-House Training (IHT) Sekolah Ramah Anak yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMA Kabupaten Sukamara.

Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari di Aula SMP Negeri 1 Sukamara dan diikuti 148 peserta. Mereka terdiri dari guru dan kepala sekolah SMA, SMK, Sekolah Khusus (SKH), serta perwakilan orang tua dan siswa.

Ketua panitia, Edy Kasim, mengatakan pelaksanaan IHT melibatkan sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Sukamara. Selain tenaga pendidik, keterlibatan orang tua dan siswa menjadi bagian penting dalam penerapan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Untuk kegiatan In-House Training Sekolah Ramah Anak ini diikuti oleh beberapa sekolah SMA, SMK, SKH, dan juga perwakilan orang tua beserta siswa-siswi yang ada di Kabupaten Sukamara,” kata Edy.

Ia menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan, sedangkan hari kedua menjadi rangkaian akhir pelaksanaan kegiatan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam pelatihan adalah penerapan disiplin positif. Pendekatan tersebut mengajarkan agar aturan tetap diterapkan kepada siswa, namun tidak melalui kekerasan maupun hukuman yang membuat anak merasa takut.

Fasilitator Sekolah Ramah Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Rusnanie, M.Pd, mengatakan lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman bagi anak selama mengikuti proses pembelajaran.

“Yang ditekankan dalam kegiatan IHT implementasi budaya sekolah aman dan nyaman menuju Sekolah Ramah Anak adalah kita ingin ekosistem di sekolah itu aman, nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan disiplin kepada siswa tidak harus dilakukan dengan kekerasan. Anak perlu dibiasakan memahami aturan serta bertanggung jawab atas tindakannya.

“Disiplin itu tidak perlu dilakukan dengan kekerasan. Yang kita tekankan di sini adalah disiplin positif, di mana anak-anak kita latih, kita didik, kita biasakan bahwa dalam melakukan sesuatu itu ada tanggung jawab, bukan rasa takut pada diri anak,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukamara, Achmad Faizin, mengapresiasi pelaksanaan IHT tersebut. Menurutnya, peningkatan kemampuan guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong kualitas pendidikan.

Pihaknya juga berharap hasil pelatihan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik.

“Kita berharap dukungan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia kita sesuai dengan visi Pak Bupati. Mudah-mudahan nanti dari teman-teman ini mendukung terkait peningkatan IPM,” kata Achmad.

Penerapan Sekolah Ramah Anak diharapkan tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga membangun karakter serta rasa tanggung jawab peserta didik. Dengan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, proses pendidikan diharapkan berjalan lebih baik dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sukamara.

Admin Lensa Permata

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get Latest Updates and big deals

    Our expertise, as well as our passion for web design, sets us apart from other agencies.

    Btourq @2023. All Rights Reserved.