Sukamara – Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (8/4/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara dan melibatkan berbagai pihak terkait.
Wakil Bupati Sukamara, H. Nur Efendi, menyampaikan bahwa rapat ini dihadiri unsur pemerintah daerah, BPBD Sukamara, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, serta pihak korporasi atau perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla.
Dalam rapat tersebut, salah satu fokus utama pembahasan adalah prediksi musim kemarau panjang yang diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Agustus mendatang. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat meluas, bahkan berdampak hingga ke wilayah kabupaten lain maupun negara tetangga.
Nur Efendi menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata. Diperlukan komitmen bersama dari seluruh elemen, termasuk dunia usaha dan masyarakat, agar upaya pencegahan dapat berjalan maksimal.
“Penanganan Karhutla ini adalah tanggung jawab kita bersama. Semua pihak harus terlibat aktif, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran, komitmen untuk melakukan langkah-langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Hal tersebut dilakukan agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan sejak dini serta memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya menjelang puncak musim kemarau.