Uncategorized

Turnamen Balogo Digelar di Kampung Merah Putih Sukamara

SUKAMARA – Turnamen olahraga tradisional balogo digelar di Kampung Merah Putih, Kelurahan Mendawai, Kabupaten Sukamara. Kegiatan yang diawali dengan seremonial pembukaan ini diikuti oleh pelajar, masyarakat umum, serta peserta dari luar daerah.

Turnamen yang berlangsung di Jalan Cakra Adiwijaya tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya pelestarian olahraga tradisional khas Kalimantan Tengah yang kini mulai jarang dimainkan dalam kehidupan sehari-hari.

Balogo merupakan permainan tradisional yang dimainkan secara beregu. Setiap tim terdiri dari lima orang, dengan tiga pemain inti dan dua pemain cadangan. Dalam setiap pertandingan, permainan berlangsung selama 15 hingga 20 menit per babak.

Inti permainan balogo adalah merobohkan logo milik lawan. Logo dibuat dari tempurung kelapa yang direkatkan dan disusun berbaris atau menyerupai piramida. Untuk merobohkan logo tersebut, pemain menggunakan panapak, yaitu alat pemukul yang terbuat dari bambu atau kayu. Tim yang berhasil merobohkan logo lawan paling banyak akan keluar sebagai pemenang.

Selain mengandalkan kekuatan, permainan balogo juga membutuhkan ketepatan, strategi, dan konsentrasi. Meski memiliki nilai olahraga dan budaya, balogo kini semakin jarang dimainkan dan umumnya hanya dijumpai dalam perlombaan rakyat atau festival budaya, seperti Gawi Barinjam dan kegiatan pelestarian budaya lainnya.

Ketua Panitia Turnamen, Govi Lenardo, mengatakan kegiatan ini digelar untuk meramaikan lingkungan kampung sekaligus membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap permainan tradisional.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meramaikan kampung. Kami juga bertujuan untuk membangkitkan kembali permainan tradisional ini agar dapat dikenal dan dimainkan oleh generasi selanjutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme peserta terbilang tinggi. Turnamen ini diikuti hampir seratus peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar. Selain peserta lokal, panitia juga mencatat kehadiran peserta dari Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Jumlah peserta hampir mencapai 100 orang, dan peserta terjauh berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat,” katanya.

Salah seorang peserta asal Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Ari, mengaku datang bersama lima rekannya untuk mengikuti turnamen balogo di Sukamara. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.

“Harapannya, turnamen terbuka seperti ini bisa terus berlanjut ke depan untuk mendukung perkembangan balogo,” ujarnya.

Ari juga mengungkapkan bahwa dirinya kerap bermain balogo dan mengikuti perlombaan, baik di daerah asalnya maupun di tingkat provinsi. Menurutnya, turnamen seperti ini penting sebagai wadah silaturahmi sekaligus pelestarian olahraga tradisional.

Melalui turnamen balogo yang melibatkan pelajar, masyarakat umum, dan peserta dari luar daerah ini, diharapkan olahraga tradisional khas Kalimantan Tengah tetap lestari serta dikenal dan diminati oleh generasi muda.

#sukamara #beritasukamara #lensapermata

Admin Lensa Permata

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get Latest Updates and big deals

    Our expertise, as well as our passion for web design, sets us apart from other agencies.

    Btourq @2023. All Rights Reserved.